Siapakah sebenarnya Sosok Kiai Alawy Muhammad?

Siapakah sebenarnya Sosok Kiai Alawy Muhammad?

AdminRS
Sunday, April 21, 2019

Siapakah sebenarnya Sosok Kiai Alawy Muhammad?

Ruangsejarah.web.id – Ingatan masyarakat madura tak akan pernah lupa dengan tragedi Waduk nipah yang menumpahkan darah beberapa masyarakat sekitar waduk nipah ketikan melakukan aksi protes terhadap pemerintahan orde baru yang sedang melakukan pengukuran Lokasi Bendungan Waduk Nipah.

K.H. Alawy Muhammad, Who?

Sosok ini ternyata menjadi pahlawan kala masyarakat lingkar Waduk Nipah sedang berada didalam konflik berdarah. Bagi sebagian masyarakat di wilayah ini, tanah bukan hanya bermakna ekonomis, namun juga bermakna kultural, yakni tanah dipahami sebagai sebuah pusaka, yakni peninggalan leluhur yang harus dijaga dan dipertahankan.

Ini adalah tanah pusaka atau tanah warisan bagi warga Nipah dan Madura pada umumnya, tidak boleh jual, bagi mereka warisan adalah penghormatan kepada orang tua yang telah mewariskan tanah tersebut. Dan tidak mungkin akan mereka jual.

Ingan zaman Orde Baru kan?

Melawan berarti Lenyap dan itulah resiko yang sedang dihadapi oleh K.H. Alawy Muhammad. Tidak hanya itu, tokoh ulama Sampang ini juga dikenal sebagai tokoh yang berani memprotes kecurangan pemilu yang terjadi pada tahun 1997 oleh penyelenggara pemilu dan pemerintah kala itu.

K.H. Alawy Muhammad di mata masyarakat Madura?

Di Madura, nama Kiai Haji Alawy Muhammad selalu ada di hati mereka. Sosok kiai yang mengayomi dan melindungi ini selalu menjadi pahlawan di hati masyarakat Madura. Bukanlah dari kalangan bangsawan, Kiai Haji Alawy Muhammad adalah anak seorang petani dan datang dari keluarga yang sederhana.

Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa Kiai Haji Alawy Muhammad pernah merantai ke Jawa pada saat masih muda. Sedangkan sekitar usia 27 tahun.

K.H. Alawy Muhammad meninggal pada 9 November 2014. K.H. Alawy Muhammad pernah menjadi menjadi pengasuh pondok pesantren, karena saat itu pengasuh pondok yang merupakan adiknya meninggal dalam usia muda, hingga akhirnya dialah yang diminta untuk menggantikan kepengasuhan pondok.

K.H. Alawy Muhammad sangat berani membela petani Sampang yang terdampak pembangunan Waduk Nipah di Kecamatan Banyuates, Sampang itu.

Kiprah Kiai Alawy juga tercatat didalam dunia politik karena tokoh kharismatik ini berkeyakinan bahwa terjun di dunia politik merupakan keharusan, dan politik merupakan media dakwah.